KATANYA.ID | PALU, - Bencana gempa bumi dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Selasa, 16 Juni 2026, sekitar pukul 11.27 WITA.
Atas peristiwa itu, sebagian publik di media sosial turut menyampaikan keprihatinan terhadap warga Palu yang terdampak.
Terlebih, beredar sejumlah bangunan sekolah hingga pertokoan yang rusak akibat gempa yang terjadi di tengah aktivitas warga.
Detik-detik terjadinya gempa bumi menerjang wilayah Palu terekam kamera video amatir di beberapa platform media sosial.
Salah satunya video amatir yang merekam kepanikan siswa saat terjadinya gempa.
Dalam video yang dibagikan ulang akun Instagram @malangraya_info, pada hari yang sama, tampak situasi genting terjadi pada sebuah acara wisuda siswa saat gempa terjadi.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi setelah guncangan utama," tulis postingan tersebut.
Dalam video lainnya, terdapat kamera pengawas CCTV yang menunjukkan sebuah toko elektronik yang semula rapi menjadi porak poranda akibat diterjang gempa.
Ada pun, rekaman video amatir yang menunjukkan sejumlah retakan pada bahu jalan raya juga menggambarkan dahsyatnya guncangan di wilayah Palu.
Hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan sejumlah gempa susulan di berbagai wilayah Sulteng.
13 Gempa Susulan Usai Guncangan Pertama
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, terdapat 13 gempa susulan usai guncangan utama di Palu.
"BMKG melaporkan hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama," kata Muhari dalam keterangannya, pada Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut laporan di lapangan, BNPB mencatat sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi mengalami kerusakan akibat gempa.
Kendati demikian, Muhari belum mengetahui secara pasti jumlah bangunan yang rusak tersebut.
"Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung," jelasnya.
Muhari menyebut, pihak BPBD Sulteng, TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong hingga kini masih melakukan pemantauan soal dampak keseluruhan dari gempa tersebut.
Ihwal Peringatan Gempa dari BMKG
Sebelumnya, BMKG sempat memperingatkan adanya peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, hingga Kabupaten Parigi Moutong.
Berdasarkan data BMKG, gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.
Dalam insiden ini, titik episentrum ada di sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.*(k)